TRENMEDIA.BIZ.ID - Industri kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus berbenah untuk menghadirkan solusi transportasi berkelanjutan bagi masyarakat. Dikutip dari Bloomberg Technoz pada Selasa (4/8/2026), Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) kini tengah menantikan arahan resmi terkait tata kelola dan skema proyek motor listrik nasional.
Kejelasan skema keterlibatan pabrikan lokal menjadi kunci penting agar integrasi ekosistem otomotif berbasis baterai dapat berjalan efektif. Aismoli menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah demi menyukseskan program transisi energi di sektor transportasi roda dua.
"Kami masih menunggu arahan teknis dari pemerintah terkait pelaksanaan program ini, namun yang pasti Aismoli sepenuhnya siap memberikan dukungan," kata Sekretaris Jenderal Aismoli, R Hanggoro Ananta Khrisna.
Langkah pengembangan kendaraan buatan anak bangsa ini sebelumnya diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/6/2026). Inisiatif tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah dalam mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional.
Chief Technology Officer BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, mengonfirmasi bahwa unit sepeda motor listrik tersebut murni dirancang oleh insinyur lokal dengan identitas merek baru. Peluncuran resminya dijadwalkan pada 13 Agustus mendatang, sementara PT Pindad dipastikan fokus pada pengembangan kendaraan roda empat.
"Produk ini akan menggunakan merek baru dengan hasil desain serta proses produksi sepenuhnya dari para insinyur Indonesia," ujar Chief Technology Officer BPI Danantara, Sigit Puji Santosa.
Sebagai solusi menekan harga dan meningkatkan efisiensi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan baterai berbasis nikel lokal. Baterai tersebut dikembangkan oleh konsorsium Indonesia Battery Corporation bersama CATL dengan penyesuaian komponen agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Kami terus melihat tingkat keekonomiannya dan meyakini daya saing nikel Indonesia sangat tinggi, sehingga penyesuaian harga komponen dilakukan agar produk lebih ekonomis," tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
Tidak hanya dari sisi produksi, pemerintah juga menyiapkan solusi dari sisi daya beli masyarakat melalui instrumen insentif finansial. Paket stimulus ekonomi khusus untuk percepatan adopsi mobil dan motor listrik dijadwalkan meluncur pada semester II-2026.