TRENMEDIA.BIZ.ID - PT MRT Jakarta (Perseroda) secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Visa melalui peresmian hak penamaan (naming rights) Stasiun MRT Blok A menjadi Stasiun MRT Blok A Visa. Peristiwa ini menandai langkah penting dalam upaya memperluas akses pembayaran nirsentuh berbasis standar global di seluruh jaringan transportasi publik Jakarta.
Peresmian ini dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Stasiun Blok A Visa, Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran direksi kedua belah pihak. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mengubah wajah ruang publik di stasiun tersebut, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Visa memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar perubahan fisik di Stasiun Blok A. Fokus utama kolaborasi ini adalah untuk memperkuat citra (branding) MRT Jakarta serta meningkatkan jumlah penumpang atau ridership.
"Ini adalah satu aktivitas strategis yang kita lakukan bersama. Bukan hanya mengubah ruang publik di stasiun Blok A, tapi ini akan mengubah satu kolaborasi strategis antara MRT Jakarta dengan Visa," ujar Tuhiyat. Pernyataan ini menekankan visi jangka panjang dari kemitraan tersebut.
Lebih lanjut, Tuhiyat mengapresiasi tim MRT Jakarta yang telah berhasil mewujudkan penerapan pembayaran menggunakan kartu kredit nirsentuh berbasis Europay, Mastercard, dan Visa (EMV). Sistem pembayaran inovatif ini sebelumnya telah diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta pada 29 Juli 2026.
"Yang telah mewujudkan EMV kemarin, cukup viral Bu Vira, EMV yang kemarin sudah diresmikan Pak Gubernur," ungkap Tuhiyat, merujuk pada antusiasme publik terhadap fitur baru tersebut.
Penerapan pembayaran nirsentuh ini juga mendapat sambutan positif dari para duta besar negara asing. Mereka menilai kemudahan akses pembayaran ini sangat membantu para wisatawan dalam menggunakan transportasi publik di Jakarta, mengingat Jakarta menjadi destinasi utama bagi sebagian besar wisatawan.
"Dari 100% kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun lokal, 20% datang ke Jakarta. Jadi tertinggi. Dan itu sangat praktis, terakhir kita ketemu dengan para dubes juga memberikan apresiasi yang luar biasa untuk perihal ini," jelas Tuhiyat.
Visa sendiri menyoroti angka pergerakan ridership MRT Jakarta yang impresif. Pada semester I tahun 2026, tercatat sebanyak 4,5 juta pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta, dengan rata-rata harian mencapai 150.302 pelanggan.
