TRENMEDIA.BIZ.ID - AMD dikabarkan tengah mempersiapkan strategi inovatif untuk lini prosesor Zen 6 yang akan datang. Perusahaan semikonduktor ini berencana menghadirkan jenis inti (core) hemat daya baru yang mengombinasikan berbagai elemen arsitektur dari generasi terdahulu.

Langkah strategis ini terungkap melalui temuan pada patch kernel Linux terbaru. Pembaruan tersebut memberikan petunjuk mengenai mekanisme sistem operasi dalam mendeteksi serta mengelola unit pemrosesan tersebut.

Dikutip dari Detik iNET, pengembangan ini bertujuan untuk mengenali unit pemrosesan yang sebelumnya tidak terdeteksi pada topologi CPU. Sistem pada chip AMD dan Hygon kini diwajibkan menggunakan fungsi amdgethighestperf() untuk mengatur skala performa secara lebih dinamis.

"Sistem pada chip AMD dan Hygon diwajibkan menggunakan fungsi amdgethighestperf() guna mengatur skala performa," ujar Kevin Santoso, S.Ikom., M.Si.

Teknik ini dirancang untuk menggantikan skema batas kinerja statis yang selama ini digunakan. Pendekatan tersebut kini sejajar dengan mekanisme kerja inti efisiensi yang umum ditemukan pada CPU modern saat ini.

Desain unik menjadi keunggulan utama dari unit pemrosesan rendah daya yang sedang dikembangkan AMD. Berdasarkan analisis dari pembocor teknologi InstLatX64, AMD mengombinasikan berbagai elemen arsitektur Zen untuk menciptakan unit baru yang lebih efisien.

"AMD mengombinasikan berbagai elemen arsitektur Zen untuk menciptakan unit baru," ujar InstLatX64.

Secara teknis, susunan komponen tersebut memanfaatkan set instruksi dari Zen 6 serta mikroarsitektur Zen 5. Bagian Floating-Point Unit mengandalkan arsitektur Zen 4, yang kemudian didukung oleh cache L2 dari Zen 3 dan cache L3 berbasis Zen 2.

Penggabungan komponen dari beberapa generasi ini memungkinkan perusahaan menekan durasi riset sekaligus menghemat biaya pengembangan secara signifikan. Di saat yang sama, efisiensi daya tetap dapat dicapai secara optimal oleh perangkat tersebut.