TRENMEDIA.BIZ.ID - Apple dikabarkan tengah mempersiapkan opsi langganan iCloud+ terbaru yang dirancang khusus untuk mendukung operasional fitur kecerdasan buatan. Inisiatif ini diambil sebagai langkah strategis perusahaan dalam memfasilitasi beban kerja Apple Intelligence yang semakin kompleks.

Langkah tersebut bertujuan untuk menutup biaya komputasi awan yang terus membengkak akibat pemrosesan teknologi AI generatif. Dikutip dari Media Indonesia, rencana ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Apple, Tim Cook, dalam konferensi laporan keuangan perusahaan.

"Para pengguna intensif Apple Intelligence kemungkinan besar akan membutuhkan tingkat layanan yang lebih tinggi melalui paket langganan iCloud+," ujar Tim Cook.

Sistem Apple Intelligence sendiri sebenarnya dirancang untuk menjalankan sebagian besar proses AI secara langsung di dalam perangkat keras pengguna. Namun, untuk menangani tugas-tugas yang jauh lebih rumit, Apple mengandalkan infrastruktur bernama Private Cloud Compute yang tetap mengutamakan privasi.

Pendekatan berbasis awan ini menjadi tulang punggung bagi sejumlah fitur canggih seperti Live Translation, Visual Intelligence, Genmoji, Image Playground, serta pembaruan pada asisten virtual Siri. Seiring dengan tingginya frekuensi pemrosesan data di server, kebutuhan kapasitas komputasi perusahaan pun meningkat secara signifikan.

Meskipun rencana ini sudah mengemuka, pihak Apple hingga saat ini belum memberikan rincian resmi mengenai tarif bulanan maupun tanggal peluncuran paket tersebut. Varian iCloud+ ini diproyeksikan akan menyasar para pengguna tingkat lanjut yang secara rutin memanfaatkan fitur pemrosesan berbasis server.

"Jika pelanggan menggunakan layanan tersebut lebih banyak, kami pikir mereka akan bersedia meningkatkan paketnya," kata Tim Cook.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Mediakompeten. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.