TRENMEDIA.BIZ.ID - Nasib ribuan pembeli apartemen LRT City kini kembali menjadi perhatian publik. Sebanyak lebih dari 2.400 konsumen dilaporkan masih menunggu kepastian terkait unit hunian yang mereka beli dari PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

Situasi ini semakin memprihatinkan karena sebagian konsumen telah menanti penyelesaian proyek tersebut selama kurang lebih tujuh tahun. Penantian panjang ini menimbulkan ketidakpastian bagi para pembeli yang telah menyetorkan dana untuk hunian mereka.

Dikutip dari sumber berita terkait, permasalahan ini melibatkan pengembang properti besar yang proyeknya berada di kawasan transit terpadu. Hingga saat ini, belum ada serah terima unit yang dilakukan kepada para pemilik hunian tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Iwan Darmawan Aras, angkat bicara mengenai kewajiban pihak pengembang. Ia menekankan bahwa PT ADCP harus segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan sengketa ini.

"PT ADCP memiliki kewajiban penuh untuk bertanggung jawab terhadap seluruh konsumennya. Sangat penting untuk segera memberikan kejelasan dan titik terang bagi masyarakat yang telah menjadi pembeli LRT City," ujar Iwan Darmawan Aras.

Keterlibatan pihak legislatif ini diharapkan dapat mendorong percepatan proses penyelesaian proyek yang sempat terhambat. Komisi V DPR RI memandang bahwa hak-hak konsumen harus menjadi prioritas utama bagi pihak pengembang di tengah ketidakpastian yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan pada Minggu, 1 Agustus 2026, pihak PT ADCP belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah teknis yang akan diambil. Publik menanti respons lanjut dari pengembang terkait tuntutan yang disampaikan melalui perwakilan rakyat tersebut.

Diharapkan penyelesaian masalah ini dapat dilakukan secara transparan dan adil bagi kedua belah pihak. Konsumen yang telah menunggu selama tujuh tahun tentu mendambakan kepastian hukum dan fisik atas unit apartemen yang mereka idamkan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.