TRENMEDIA.BIZ.ID - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menginisiasi proyek besar untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera. Program ini difokuskan pada penyediaan hunian tetap (Huntap) yang layak dan aman bagi para penyintas.
Proyek pembangunan ini mencakup wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Pemerintah menetapkan target waktu pengerjaan selama satu tahun yang akan berakhir pada 2027 mendatang.
Secara keseluruhan, terdapat 25.606 unit rumah yang direncanakan untuk dibangun bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Dikutip dari laman portal berita terkait, upaya ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi pascabencana.
Pembangunan hunian tersebut akan dilaksanakan secara bertahap guna memastikan kualitas dan ketepatan sasaran. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penyelesaian sebanyak 7.952 unit hunian tetap.
Untuk mendukung percepatan pembangunan tahap awal tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,3 triliun. Alokasi dana ini difokuskan agar proses konstruksi dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Distribusi anggaran dan unit hunian telah dirinci untuk setiap provinsi agar lebih transparan. Provinsi Aceh mendapatkan porsi terbesar yakni sebanyak 6.220 unit dengan dukungan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun.
Sementara itu, wilayah Sumatera Utara akan mendapatkan alokasi pembangunan sebanyak 919 unit hunian. Untuk kebutuhan tersebut, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 299,3 miliar.
Terakhir, Provinsi Sumatera Barat mendapatkan alokasi untuk membangun 813 unit hunian tetap. Anggaran yang disediakan untuk wilayah ini tercatat sebesar Rp 220,5 miliar.
"Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh target pembangunan 25.606 unit hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Sumatera tepat waktu pada tahun 2027," ujar pihak Kementerian PKP.