TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan nasional melalui pengadaan sapi indukan dari luar negeri. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan sapi impor yang masih tinggi.

Rencana ini diungkapkan menyusul kebutuhan Indonesia yang diperkirakan mencapai satu juta ekor sapi impor setiap tahunnya. Untuk mengakselerasi pengembangan, pemerintah mengusulkan adanya peraturan presiden (Perpres).

"Iya betul. Memang kita masih impor 1 juta sapi. Sudah ada kami usulkan Perpres ya, untuk pengembangan dengan cepat," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Gedung DJP Kemenkeu, Jumat (14/8).

Dalam implementasinya, pemerintah akan menjalin kerja sama dengan berbagai negara sebagai sumber sapi indukan. Hingga kini, pihak pemerintah masih dalam tahap penjajakan negara-negara potensial yang dapat menjadi pemasok utama.

Beberapa negara yang masuk dalam opsi utama pengadaan sapi indukan adalah negara-negara di Eropa dan Brasil. Pertimbangan ini didasarkan pada kualitas dan ketersediaan sapi indukan di wilayah tersebut.

"Ya bisa dari Eropa, bisa dari Brazil dan lain-lain. Karena tidak mudah juga untuk dapat indukan," kata Zulkifli Hasan.

Menurut Zulkifli Hasan, mendatangkan sapi indukan berkualitas dari luar negeri merupakan salah satu cara paling efektif untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis produksi ternak nasional.

Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai swasembada daging sapi. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyatakan bahwa Indonesia belum sepenuhnya mandiri dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi.

Presiden Prabowo menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada daging dalam lima tahun mendatang. Salah satu metode inovatif yang dipertimbangkan adalah teknologi kloning sapi untuk memperbanyak populasi ternak secara efisien.