TRENMEDIA.BIZ.ID - Juventus dikabarkan sedang aktif mencari kiper baru untuk meningkatkan kualitas skuad mereka pada musim 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya manajemen untuk memperkokoh lini belakang tim yang dinilai masih memerlukan penyegaran.

Langkah strategis tersebut didorong oleh performa penjaga gawang yang ada saat ini, yakni Michele Di Gregorio dan Mattia Perin. Penampilan keduanya dinilai sering berada di bawah standar yang diharapkan oleh tim pelatih.

Dikutip dari Detik Sport, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, secara terbuka menyatakan ketertarikannya terhadap kiper muda Parma, Zion Suzuki. Namun, upaya untuk mendatangkan pemain berusia 23 tahun tersebut menghadapi tantangan finansial yang cukup serius bagi klub.

"Saya sangat menyukai Suzuki, karena dia adalah seorang kiper dengan prospek yang bagus. Jika Anda melihat koran, dia dikaitkan dengan semua klub besar, tetapi saat ini harganya terlalu mahal, karena ada banyak komplikasi. Kita juga harus memperhitungkan pengeluaran kita," ujar Luciano Spalletti.

Selain kendala harga, manajemen Juventus juga harus sangat berhati-hati dalam mengelola anggaran belanja klub. Setiap keputusan untuk merekrut pemain baru kini harus melalui perhitungan finansial yang sangat matang dan terukur.

Selain membidik Suzuki, tim pemantau Juventus juga mulai melirik Guglielmo Vicario sebagai alternatif. Kiper asal Italia tersebut masuk dalam radar Si Nyonya Tua karena posisinya di Tottenham Hotspur sedang tidak menentu.

Situasi yang menimpa Vicario di Liga Inggris saat ini membuat Juventus terus memantau perkembangan sang pemain secara intensif. Klub ingin memastikan langkah yang diambil tepat sasaran sebelum melakukan penawaran resmi.

"Vicario adalah seorang kiper berpengalaman yang sudah melewati beberapa situasi. Kita harus memahami mengapa klub seperti Tottenham memutuskan untuk tidak memasukkannya, evaluasi apa yang mereka lakukan," kata Luciano Spalletti.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final mengenai siapa yang akan didatangkan ke Turin. Pihak manajemen Juventus masih menimbang berbagai faktor, baik dari sisi teknis maupun efisiensi biaya transfer sebelum bursa ditutup.