TRENMEDIA.BIZ.ID - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengungkap jaringan peredaran narkotika internasional yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil menangkap seorang pria berinisial R Muhammad Hadi alias Muham.

Tersangka Muham ditangkap karena perannya sebagai kurir narkoba yang menghubungkan jaringan Malaysia dengan wilayah Medan. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memutus mata rantai distribusi barang terlarang di Indonesia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Muham diketahui baru saja direkrut oleh seorang pengendali bernama Yuki. Proses perekrutan tersangka terjadi secara singkat, yakni hanya sehari sebelum operasi penangkapan dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Peristiwa penangkapan tersebut terjadi pada Rabu, 29 Juli. Muham saat itu tengah menjalankan tugas untuk mengambil narkoba sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh pihak perekrut.

"Muham dijanjikan upah oleh Yuki sebesar Rp 700.000 apabila berhasil melakukan pengambilan/penjemputan barang tersebut. Dan Muham sudah dikasih upah sebesar Rp. 300.000, melalui transfer e-wallet untuk akomodasi," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso.

Tersangka mengaku bahwa dirinya baru bergabung dalam jaringan tersebut dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini menunjukkan pola perekrutan kurir lapangan yang dilakukan oleh sindikat narkoba untuk meminimalkan risiko pelacakan.

Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman terkait peran Yuki serta keterlibatan pihak lain dalam jaringan narkoba lintas negara tersebut. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap modus perekrutan kurir narkoba yang menyasar masyarakat dengan iming-iming uang tunai.

Dikutip dari media nasional, Brigjen Eko Hadi Santoso memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus ini pada Jumat, 31 Juli 2026. Kepolisian berkomitmen untuk terus menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam peredaran narkotika.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.