TRENMEDIA.BIZ.ID - Harga emas batangan produksi PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) terpantau stabil pada perdagangan awal pekan, Senin, 3 Agustus 2026. Di seluruh outlet Pegadaian, logam mulia tersebut dibanderol di angka Rp2.586.000 untuk pecahan 1 gram.
Dikutip dari Kiana Elvaretta, pergerakan harga ini menjadi acuan penting bagi para investor logam mulia di tanah air. Angka tersebut mencerminkan kondisi pasar terkini yang berlangsung di berbagai gerai resmi Pegadaian.
Stabilitas harga emas UBS hari ini disebut-sebut berjalan selaras dengan fluktuasi produk logam mulia lainnya, seperti Antam, yang mencatatkan posisi harga serupa. Kondisi ini memberikan gambaran mengenai dinamika pasar emas yang sedang terjadi di Indonesia.
"Pergerakan harga emas UBS hari ini mencatatkan kestabilan di level Rp2,58 jutaan per gram, sejalan dengan pergerakan produk logam mulia sejenis seperti Antam yang berada di posisi harga persis sama," ujar Kiana Elvaretta.
Masyarakat memiliki fleksibilitas tinggi dalam memilih produk investasi ini karena tersedia dalam berbagai ukuran. Pilihan pecahan yang ditawarkan mulai dari ukuran mikro 0,1 gram hingga ukuran besar mencapai 1000 gram.
Bagi investor yang ingin menambah koleksi emasnya, tersedia banyak opsi denominasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Pecahan kecil biasanya menjadi pilihan bagi pemula, sedangkan pecahan besar lebih diminati untuk simpanan jangka panjang.
PT Untung Bersama Sejahtera sendiri merupakan produsen logam mulia swasta yang berbasis di Surabaya sejak 1981. Produk dari perusahaan ini memiliki karakteristik khas, yakni desain kemasan modern dan sistem garansi keaslian yang terintegrasi.
Selain harga jual, investor perlu memperhatikan harga beli kembali atau buyback emas UBS pecahan 1 gram yang dipatok pada angka Rp2.406.000. Selisih antara harga jual dan buyback ini menjadi faktor krusial yang harus diperhitungkan untuk mengukur potensi keuntungan.
"Terdapat selisih atau spread harga antara nilai jual dan buyback yang perlu dipertimbangkan investor dalam meng kalkulasi keuntungan investasi," kata Kiana Elvaretta.