TRENMEDIA.BIZ.ID - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan arahan strategis kepada PT Dahana (Persero) untuk melakukan ekspansi bisnis secara agresif. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja keuangan perusahaan yang bergerak di industri bahan peledak tersebut.
Target ambisius ditetapkan, yaitu Dahana diharapkan mampu mengantongi laba bersih hingga Rp 2 triliun paling lambat pada tahun 2030. Angka ini merupakan lonjakan signifikan, mencapai 300% dari raihan laba bersih saat ini yang tercatat sebesar Rp 500 miliar.
"Jadi yang sehat kayak Dahana itu akan kita ekspansikan. Labanya mereka sekarang Rp 500 miliar, dengan market size yang kita punya, target kita bisa Rp 2 triliun. Paling lambat 2030 sudah Rp 2 triliun," ujar Dony Oskaria usai pertemuan dengan Direktur Utama PT Dahana di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas rencana strategis perusahaan ke depan. Diskusi mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari potensi pembangunan pabrik baru hingga upaya peningkatan kapasitas produksi secara keseluruhan.
Untuk merealisasikan target pertumbuhan laba tersebut, Dahana diarahkan untuk memaksimalkan seluruh potensi pasar yang ada. Selain itu, optimalisasi ekosistem Danantara Asset Management (DAM) juga menjadi kunci agar penyerapan dan utilisasi hasil produksi dapat berjalan secara maksimal.
Strategi memacu kinerja Dahana ini merupakan bagian integral dari pemetaan BUMN yang tengah digalakkan oleh Danantara dan BP BUMN. Pendekatan ini membedakan penanganan BUMN berdasarkan kondisi kesehatannya.
Dony Oskaria menjelaskan bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang sehat akan didorong untuk melakukan ekspansi bisnis. Sementara itu, BUMN yang masih menghadapi kendala operasional akan difokuskan pada program restrukturisasi secara terpisah.
"Yang sakit kita kelompokin sendiri restrukturisasinya. PTDI punya restrukturisasi sendiri, Pindad punya restrukturisasi sendiri, kemudian PAL punya restrukturisasi sendiri, Barata juga punya restrukturisasi sendiri," tutur Dony Oskaria.
Pendekatan individual dalam restrukturisasi ini diambil agar penyusunan rencana bisnis dan eksekusi strategi dapat disesuaikan dengan karakteristik serta potensi pasar spesifik dari masing-masing BUMN industri pertahanan dan manufaktur.
