TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Indonesia memiliki ambisi besar untuk memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2029. Targetnya adalah sebanyak 9.500 ASN akan bertugas di sana.

Namun, hingga Maret 2026, realisasi penempatan ASN di IKN baru mencapai sekitar 2.000 orang. Angka ini menunjukkan kesenjangan antara target dan progres yang dicapai.

Penempatan ASN ini merupakan bagian dari rencana menjadikan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memaparkan data ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI pada 30 Maret 2026.

"Jumlah ASN yang berada di IKN baru mencapai sekitar 2.000 orang," ujar Basuki Hadimuljono.

Pemerintah menargetkan penempatan ASN secara bertahap, mulai dari 1.700 hingga 4.100 orang, sebelum mencapai angka 9.500 pada 2029.

Seiring dengan rencana pemindahan ASN, pembangunan fasilitas penunjang pemerintahan di IKN terus dikebut. Sejumlah infrastruktur eksekutif seperti Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, dan rumah jabatan menteri telah terbangun.

Selain itu, terdapat juga 47 tower rumah susun (Rusun) ASN yang disiapkan untuk menampung para pegawai.

Pada tahun 2026, prioritas pembangunan IKN difokuskan pada kawasan legislatif dan yudikatif, termasuk Gedung DPR, MPR, dan Mahkamah Konstitusi.