TRENMEDIA.BIZ.ID - Pasokan listrik di seluruh wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini telah beroperasi normal 100 persen. Pemulihan ini menandai kembalinya stabilitas kelistrikan setelah sempat terganggu akibat gempa bumi dahsyat.
Gangguan listrik tersebut merupakan imbas langsung dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa ini cukup kuat hingga dirasakan dampaknya di berbagai daerah.
Gempa bumi yang berpusat di laut ini memiliki kedalaman 10 kilometer. Episentrumnya tercatat pada koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Getaran kuat dari gempa tersebut meluas dan dirasakan hingga ke Kabupaten Ende. Kekuatan guncangan ini menjadi faktor utama penyebab terganggunya jaringan kelistrikan di wilayah tersebut.
Dampak langsung dari guncangan kuat ini terasa pada infrastruktur kelistrikan di beberapa titik strategis di Kabupaten Ende. Hal tersebut menyebabkan terputusnya pasokan listrik untuk sementara waktu di beberapa area terdampak.
"Pasokan listrik di seluruh wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini telah sepenuhnya pulih," demikian informasi yang disampaikan. Pernyataan ini menegaskan bahwa situasi kelistrikan telah kembali normal.
Pihak PT PLN (Persero) tidak hanya mengumumkan pemulihan, tetapi juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat. Mereka mengingatkan agar warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan dari gempa tersebut.
"PLN Ingatkan Kewaspadaan," demikian kutipan yang menggarisbawahi pesan penting dari perusahaan listrik negara. Imbauan ini penting untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan pasca-gempa.
Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, proses pemulihan jaringan kelistrikan menunjukkan kesigapan PLN dalam merespons bencana alam. Upaya perbaikan dilakukan dengan cepat untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
