TRENMEDIA.BIZ.ID - Konflik terkait pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 2.000 hektare di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, kini kembali memanas. Ketegangan ini dipicu oleh bantahan keras dari warga terhadap klaim PT Agrinas Palma Nusantara mengenai pelaksanaan mediasi dengan masyarakat setempat.

Perseteruan ini tidak hanya berkutat pada klaim, namun juga telah berujung pada insiden penyerangan. Sebanyak 25 warga dilaporkan menjadi korban, dengan beberapa di antaranya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Kejadian penyerangan ini menambah daftar panjang ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut, khususnya terkait isu penguasaan lahan perkebunan kelapa sawit. Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang membutuhkan perhatian serius.

Juru Bicara Warga, Abdul Aziz, secara tegas membantah pernyataan perusahaan yang mengklaim telah melakukan upaya mediasi. Menurutnya, klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

"Pernyataan perusahaan mengenai telah melakukan upaya mediasi itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan," ujar Abdul Aziz.

Abdul Aziz menilai bahwa pihak perusahaan diduga berupaya memutarbalikkan fakta mengenai akar permasalahan utama yang menjadi penyebab sengketa lahan ini.

Ia menekankan pentingnya penyelesaian yang adil dan transparan berdasarkan akar permasalahan yang sebenarnya, bukan berdasarkan narasi yang diklaim sepihak oleh perusahaan.

Situasi ini menuntut adanya klarifikasi lebih lanjut dari berbagai pihak untuk memahami duduk perkara secara utuh dan mencari solusi yang berkelanjutan.

Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, konflik ini menyoroti pentingnya dialog yang jujur dan penyelesaian sengketa lahan yang berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.