TRENMEDIA.BIZ.ID - Ratusan warga Kampung Nasaret, Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat hingga Selasa (18/8/2026).
Mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman di area perbukitan setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Kondisi di lokasi pengungsian terlihat sangat sederhana, di mana tenda-tenda berwarna biru didirikan secara swadaya di atas lahan perkebunan warga yang berada di dataran tinggi.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai kebutuhan dasar para pengungsi yang belum terpenuhi.
Situasi ini telah berlangsung selama empat hari sejak gempa terjadi, meninggalkan para pengungsi dalam kondisi rentan.
Mereka sangat membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan untuk mengatasi kondisi darurat ini.
Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, para pengungsi ini menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Kebutuhan mendesak akan pasokan makanan dan obat-obatan menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian pasca-gempa.
Kondisi pengungsian yang serba terbatas ini menambah beban psikologis dan fisik bagi ratusan warga yang terdampak.
