TRENMEDIA.BIZ.ID - Perkembangan teknologi telepon seluler yang sangat cepat menuntut masyarakat untuk semakin bijak dalam menentukan waktu terbaik memperbarui perangkat keras mereka. Pengguna gawai diimbau agar tidak terburu-buru berganti ponsel setiap kali produsen merilis seri terbaru, selama perangkat lama masih berfungsi optimal. Dikutip dari kanal berita Gadget, keputusan untuk mempertahankan atau mengganti telepon seluler perlu didasarkan pada pertimbangan fungsi dan keamanan data pribadi.
"Selama perangkat masih aman, memperoleh pembaruan keamanan, dan mampu memenuhi kebutuhan penggunanya, ponsel lama sebenarnya masih sangat layak dipertahankan," kata Ahmad Rasyid Wibowo pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Meskipun demikian, menunda penggantian ponsel hingga gawai tersebut mati total justru dinilai sebagai langkah yang kurang ideal. Kerusakan mendadak pada telepon seluler berpotensi memutus akses komunikasi penting serta menghambat aktivitas harian pengguna secara signifikan.
"Kerusakan mendadak dapat membuat pengguna kehilangan akses ke komunikasi penting, aplikasi perbankan, autentikasi akun dua faktor (2FA), hingga data penting yang belum sempat dicadangkan," ujar Ahmad Rasyid Wibowo.
Dalam analisis mengenai efisiensi penggunaan teknologi, rasio antara biaya perbaikan dan nilai ekonomis gawai menjadi tolok ukur utama. Apabila biaya servis sudah hampir mendekati atau bahkan melebihi harga pasaran ponsel saat ini, maka membeli gawai baru menjadi opsi yang lebih rasional.
"Waktu terbaik mengganti HP adalah saat biaya perbaikan sudah tidak lagi rasional dibandingkan nilai perangkat, atau ketika keamanan data Anda terancam karena absennya pembaruan perangkat lunak," ungkap Ahmad Rasyid Wibowo.
Sistem operasi yang tidak lagi mendapatkan dukungan pembaruan keamanan dari produsen sangat rentan terhadap serangan siber. Hal ini membahayakan data sensitif seperti informasi finansial dan kredensial akun pribadi yang tersimpan di dalam memori ponsel.
Sebelum berpindah ke gawai baru, pengguna diwajibkan untuk menjalankan prosedur pengamanan data secara menyeluruh. Proses pencadangan seluruh dokumen penting harus dilakukan terlebih dahulu sebelum menghapus seluruh data dari perangkat lama.
"Sebelum membuang atau menjual HP lama, pastikan Anda telah melakukan pencadangan data dan melakukan factory reset untuk menghapus seluruh informasi pribadi agar tidak disalahgunakan," imbau Ahmad Rasyid Wibowo.