TRENMEDIA.BIZ.ID - Penataan rambut menggunakan catok telah menjadi solusi cepat untuk mendapatkan tampilan rambut lurus, halus, dan rapi. Alat ini bekerja dengan prinsip pemanasan dan penjepitan helai rambut, mengubah strukturnya sementara waktu. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersembunyi risiko kesehatan rambut jika penggunaannya berlebihan.
Fenomena penggunaan catok rambut secara rutin ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang merusak. Rambut yang sering terpapar panas tinggi berisiko tinggi mengalami kekeringan ekstrem, kerapuhan, hingga munculnya masalah bercabang.
Masalah utama yang sering dihadapi para pengguna catok rambut adalah hilangnya kilau alami rambut. Panas berlebih dapat merusak kutikula rambut, lapisan terluar yang berfungsi memantulkan cahaya.
Kreasi Lezat di Rumah: Resep Ayam Bawang Putih Garam Renyah Ala Kafe yang Menggugah Selera
Tak hanya itu, rambut yang sering dicatok juga rentan mengalami patah. Struktur rambut menjadi lemah dan mudah putus saat disisir atau terkena gesekan.
Kondisi rambut kering dan rapuh ini tak jarang berujung pada munculnya masalah rambut bercabang. Ujung rambut terbelah menjadi pemandangan yang umum jika perawatan rambut tidak optimal.
"Sering catok rambut dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti rambut kering, mudah patah, bercabang, hingga kehilangan kilau alami," demikian penjelasan yang disampaikan oleh Denny Hartono, S.E., M.M.
Artikel lengkap mengenai bahaya dan efek samping penggunaan catok rambut ini diterbitkan pada 7 Agustus 2026 pukul 21:40. Informasi ini terakhir diperbarui pada tanggal dan waktu yang sama, menegaskan urgensi topik ini.
Publikasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai konsekuensi dari kebiasaan menata rambut menggunakan alat panas. Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber terpercaya untuk memberikan panduan yang komprehensif.
Dikutip dari sumber asli, penggunaan catok rambut secara berlebihan ini memang memiliki daftar panjang potensi kerusakan. Kerusakan ini tidak hanya bersifat sementara, namun jika dibiarkan dapat permanen.
