TRENMEDIA.BIZ.ID - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Kampar, Riau, seiring dengan datangnya musim kemarau. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi kesehatan masyarakat setempat.

Peristiwa kebakaran lahan gambut yang terjadi di Jalan Perwira, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, menjadi sumber utama munculnya asap. Titik api yang berdekatan dengan area permukiman warga secara langsung berdampak pada kualitas udara di lingkungan mereka.

Asap yang dihasilkan dari kebakaran tersebut dengan cepat meluas, menciptakan lapisan tebal yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Dampak langsung terasa pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang terpapar.

Salah satu warga yang terdampak langsung adalah Muliadi, seorang pria berusia 81 tahun. Kedekatan rumahnya dengan lokasi kebakaran, hanya berjarak sekitar 200 meter, membuatnya merasakan langsung intensitas asap yang menyengat.

"Rumah saya dekat sekali dengan titik api, hanya sekitar 200 meter," ujar Muliadi, menggambarkan betapa dekatnya ia dengan sumber bencana asap tersebut.

Kondisi udara yang memburuk akibat asap karhutla ini dilaporkan menyebabkan berbagai keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan. Warga mengharapkan adanya penanganan segera dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini.

Peristiwa ini menegaskan kembali urgensi pencegahan dan penanggulangan karhutla di Riau, terutama saat memasuki periode musim kemarau yang rentan. Upaya pemadaman api dan edukasi kepada masyarakat menjadi krusial.

Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, kejadian ini menyoroti kerentanan wilayah gambut terhadap kebakaran dan dampak luasnya terhadap ekosistem serta kesehatan manusia.

Penanganan cepat dan efektif dari instansi terkait sangat dinantikan oleh masyarakat Kampar untuk memulihkan kondisi udara yang sehat dan aman.