TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), sebuah fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) terkemuka di Sulawesi Tengah, telah mencatatkan sejarah produksi yang signifikan sejak memulai operasinya pada tahun 2015. Hingga kini, perusahaan ini telah berhasil memproduksi hampir 500 kargo LNG, sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi dan efisiensi operasionalnya.
Pada tahun 2026, DSLNG kembali menetapkan target ambisius untuk mengirimkan 41 kargo LNG. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 kargo telah dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, menegaskan komitmen perusahaan terhadap ketahanan energi nasional.
Sugianto Daesani, Plant Deputy General Manager DSLNG, mengungkapkan bahwa kapasitas produksi kilang saat ini mampu mencapai 2,1 juta ton LNG per tahun. Untuk mencapai angka tersebut, kilang membutuhkan pasokan gas sebesar 335 juta kaki kubik per hari atau MMSCFD untuk satu unit produksi.
"Sudah 480 sekian," ujar Plant Deputy General Manager DSLNG saat ditemui, Senin (17/8/2026), merujuk pada jumlah kargo LNG yang telah diproduksi.
Pasokan gas untuk kilang DSLNG berasal dari dua blok utama. Sekitar 250 MMSCFD disuplai dari Blok Senoro-Toili, yang dikelola oleh Joint Operating Body (JOB) melibatkan PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd.
Sementara itu, sisa pasokan gas sebesar 85 MMSCFD berasal dari Blok Matindok, yang pengelolaannya berada di bawah PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP).
Sugianto menjelaskan bahwa produksi LNG DSLNG sejak tahun 2015 secara konsisten menghasilkan rata-rata sekitar 41 kargo per tahun. Dengan estimasi satu kargo berisi sekitar 125.000 metrik ton, total volume pengiriman perusahaan mendekati angka 500 kargo.
Mengenai target tahun 2026, Sugianto mengkonfirmasi bahwa hingga bulan Agustus, realisasi pengiriman telah mencapai sekitar 28 kargo. "Kalau LNG 8 hari sekali pergi," katanya, menggambarkan frekuensi pengiriman yang teratur.
Dengan ritme pengiriman yang diperkirakan mencapai tiga kargo per bulan, perusahaan memperkirakan masih ada sekitar 12 kargo yang dapat dikirim hingga akhir Desember 2026. Hal ini menunjukkan potensi untuk mencapai atau bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
