TRENMEDIA.BIZ.ID - Indeks Hang Seng di Bursa Hong Kong mengalami pelemahan sebesar 0,4 persen atau terpangkas 108 poin menjadi 25.750 pada perdagangan Jumat (31/7/2026). Penurunan ini terjadi setelah para investor memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung menyusul reli harga saham yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dikutip dari media terkait, tekanan pada bursa saham dipicu oleh data PMI resmi China yang menunjukkan kontraksi pada Juli 2026. Kondisi makroekonomi tersebut diperparah dengan sentimen negatif yang melanda sejumlah saham sektor teknologi.

Sebelumnya pada Kamis (30/7/2026), indeks sempat mencatatkan penguatan tipis 0,20 persen ke level 25.858,88 dengan nilai transaksi mencapai HK$304,89 miliar. Namun, sub-indeks Hang Seng Tech justru merosot 1,25 persen ke posisi 4.803,77 poin karena tekanan pada emiten perangkat keras kecerdasan buatan (AI).

Sentimen negatif semakin terasa setelah debut perdana saham produsen komponen optik AI, Zhongji Innolight, di bursa Hong Kong mengalami penurunan harga. Padahal, perusahaan tersebut baru saja sukses menghimpun dana sebesar HK$53,4 miliar atau setara US$6,8 miliar melalui IPO terbesar di Asia tahun 2026.

Harga saham Zhongji Innolight yang ditetapkan pada level HK$980 per lembar justru merosot 2 persen menjadi HK$960 pada hari pertama perdagangannya. Volume perdagangan saham tersebut mencapai 12,2 juta lembar dengan nilai transaksi sebesar HK$11,5 miliar, menjadikannya saham teraktif kedua setelah Tencent.

Pelemahan sektor teknologi juga berdampak pada kinerja saham besar lainnya seperti Xiaomi yang terkoreksi 7,9 persen dan Meituan turun 3,2 persen. Selain itu, Tencent melemah 0,9 persen, AIA berkurang 1,0 persen, serta Anta Sports tertekan hingga 1,6 persen.

Di sisi lain, sektor properti turut mengalami tekanan akibat adanya ekspektasi perlambatan pertumbuhan pasar perumahan di Hong Kong pada paruh kedua tahun 2026. Namun, saham perusahaan pendidikan New Oriental justru melonjak hampir 19 persen setelah merilis laporan keuangan yang melampaui ekspektasi pasar.

"Pasar investor saat ini sedang menantikan hasil pertemuan Politbiro China yang diharapkan dapat memberikan sinyal pelonggaran kebijakan ekonomi guna mengatasi perlambatan momentum pertumbuhan nasional," ujar Hui Shan, analis dari Goldman Sachs.

Selain dinamika kebijakan pemerintah, rencana pencatatan saham ritel fesyen Shein dengan target valuasi US$40 miliar hingga US$50 miliar tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Langkah strategis ini diperkirakan akan menjadi pendorong utama bagi aktivitas pasar modal Hong Kong dalam menarik modal internasional ke depannya.