TRENMEDIA.BIZ.ID - Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mendorong pentingnya solusi praktis dalam perbaikan tata kelola organisasi FIFA usai pembatalan skema FIFA Forward Enterprise (FFE). Langkah ini diambil setelah wacana penjualan saham yang digagas Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat penolakan tajam dari berbagai federasi, dikutip dari Detik Sport.
Rencana komersialisasi yang bernilai investasi sekitar 20 miliar dolar AS tersebut sebelumnya bermaksud melepas saham Piala Dunia kepada pihak investor. Namun, gagasan tersebut memicu reaksi keras serta ancaman boikot dari konfederasi besar, terutama UEFA dan CONCACAF.
Gelombang kritik masif tersebut akhirnya memaksa pihak FIFA membatalkan pembentukan FFE secara resmi pada Rabu (5/8/2026). Keputusan mundur ini sekaligus menggugurkan seluruh rencana penjualan saham kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Presiden DFB Bernd Neuendorf menilai pembatalan ini harus menjadi momentum perbaikan sistem tata kelola sepak bola internasional secara menyeluruh. Menurutnya, proses pengambilan keputusan di tingkat internasional memerlukan evaluasi menyeluruh agar tetap menjaga asas keterbukaan.
"Peristiwa seputar proyek yang diprakarsai oleh Gianni Infantino ini sekarang harus diklarifikasi sepenuhnya. Presiden FIFA bertindak sepihak, tanpa transparansi, dan pada akhirnya tidak bertanggung jawab demi kepentingan sepakbola," kata Neuendorf.
Sebagai solusi konkret untuk mencegah masalah serupa, DFB menekankan pentingnya pengembalian wewenang ke tangan badan internal resmi. Setiap kebijakan strategis dinilai wajib dibahas dan diputuskan bersama oleh seluruh anggota federasi secara demokratis.
"Bersama dengan UEFA dan konfederasi lainnya, kita harus memastikan berbagai budaya yang berbeda dibangun di FIFA. Budaya di mana keputusan sekali lagi dibahas dan dibuat oleh para anggota dalam badan-badan terkait," ujar Neuendorf.
Sikap kompak yang ditunjukkan jajaran anggota UEFA dalam merespons wacana ini dinilai sebagai langkah positif bagi masa depan organisasi. DFB mengapresiasi soliditas tersebut sebagai kunci utama dalam menegakkan tata kelola olahraga yang sehat dan akuntabel.
Dinamika seputar pembatalan proyek FFE ini diprediksi akan menjadi pelajaran penting bagi kepemimpinan FIFA menuju agenda pemilihan presiden pada 2027. Penerapan solusi tata kelola yang demokratis kini menjadi aspek mendesak guna memulihkan kepercayaan dari seluruh konfederasi anggota.