TRENMEDIA.BIZ.ID - BYD Indonesia secara resmi memulai proses penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti terbakarnya satu unit sedan listrik BYD Seal di kawasan Tol Cikampek Utama 1. Langkah analisis teknis ini dilakukan guna memberikan kejelasan secara transparan atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) lalu. Informasi terkait langkah investigasi ini dikutip dari Detik Oto.

Berdasarkan kronologi awal, kobaran api sempat menghanguskan area tengah hingga belakang armada mobil listrik tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas di lapangan bertindak cepat memadamkan api sehingga arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Cikampek dapat segera kembali berjalan normal.

"Informasinya betul untuk saat ini memang ada penanganan kendaraan listrik terbakar, posisinya di selepas gerbang Tol Cikampek Utama 1 dari arah Jakarta menuju Cikampek," ujar Rizki.

Menanggapi kejadian tersebut, manajemen produsen otomotif asal Tiongkok ini langsung menerjunkan tim lintas divisi untuk mengusut tuntas aspek teknis kendaraan. Komitmen penanganan ini disampaikan langsung di sela-sela pameran otomotif GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE-BSD City, Tangerang, pada Rabu (5/8/2026).

"Proses investigasi memang masih berjalan hingga saat ini karena harus diteliti secara komprehensif, baik dari sisi teknis, layanan purna jual, maupun melibatkan pakar agar pemicu pasti insiden tersebut dapat diketahui," kata Luther Panjaitan.

Pendekatan analitis yang diambil perusahaan tidak hanya berfokus pada kerusakan fisik kendaraan, tetapi juga menitikberatkan pada psikologis serta kenyamanan pemilik unit. Penanganan terbaik disiapkan agar kejadian ini tidak mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik secara umum.

"Kami memastikan pemilik kendaraan tetap memiliki tingkat kepercayaan diri untuk menggunakan mobil listrik, tidak ada korban jiwa, dan memastikan konsumen tidak mengalami kepanikan sehingga tetap bisa beraktivitas seperti biasa," ujar Luther Panjaitan.

Selain melakukan investigasi internal, pihak produsen juga secara berkala membuka pintu komunikasi aktif dengan konsumen yang terdampak. Langkah transparansi ini diambil untuk menjamin seluruh proses evaluasi berjalan secara objektif hingga kesimpulan akhir didapatkan.

"Kami terus memberikan pembaruan informasi kepada konsumen dan hingga kini komunikasi terjalin sangat baik, meski kesimpulan akhir belum bisa ditarik sebelum seluruh analisa selesai," kata Luther Panjaitan.