TRENMEDIA.BIZ.ID - Stadion Maracana di Rio de Janeiro menjadi saksi bisu ketatnya persaingan antara Vasco da Gama dan Fluminense pada Sabtu (1/8/2026). Pertandingan leg pertama babak delapan besar Copa do Brasil 2026 tersebut berakhir imbang dengan skor kacamata 0-0.

Kedua tim kini berada dalam posisi yang sama kuat sebelum menjalani laga penentuan pada leg kedua nanti. Dikutip dari Lance, Fluminense sempat memiliki peluang emas untuk memecah kebuntuan melalui aksi penyerang asal Uruguay, Agustin Canobbio, pada menit ke-33.

Sayangnya, sepakan menyilang yang dilepaskan Canobbio setelah menembus kotak penalti Vasco gagal bersarang di gawang Léo Jardim. Bola meluncur tipis di samping gawang dan membuat pendukung di stadion menahan napas.

Kegagalan tersebut memicu gelombang kritik dari suporter di media sosial yang merasa kecewa dengan efektivitas lini depan timnya. "Peluang yang didapat Fluminense sangat bagus, sayangnya bola tembakan silang Canobbio hanya melintas di depan gawang dan keluar," ujar akun Doentes por Futebol.

Rasa frustrasi pendukung Tricolor semakin memuncak karena kegagalan tersebut bukan kali pertama terjadi dalam pertandingan krusial. "Peluang-peluang emas terus jatuh di kaki Canobbio, namun sulit rasanya untuk meraih kemenangan jika penyelesaian akhirnya seperti ini," kata Edson Nascimento.

Kritik tajam bahkan dilontarkan terkait kualitas teknis sang pemain saat berada di area lawan. "Penyelesaian akhir yang dilakukan atlet Canobbio adalah salah satu hal paling aneh yang pernah saya lihat," ujar heitortm.

Beberapa suporter lain merasa tidak habis pikir dengan rentetan kegagalan yang dialami penyerang berusia 27 tahun tersebut. "Ini adalah pertandingan kedua secara beruntun di mana Canobbio melewatkan peluang-peluang emas yang seharusnya menjadi gol, sungguh tak terpercaya," tutur Ferreira.

Ketidakakuratan tembakan Canobbio bahkan memicu komentar sarkastik dari para penggemar di jejaring sosial. "Jika hanya ada Canobbio dan tiang gawang di lapangan, saya rasa tetap akan sulit baginya untuk menembak dengan benar," ujar Luiz.

Sentimen negatif suporter terhadap sang penyerang mencapai puncaknya setelah laga berakhir. "Canobbio seolah membenci Fluminense, dan saya merasa memiliki bukti kuat atas hal itu sekarang," kata Daniel.