TRENMEDIA.BIZ.ID - Aroma khas arang yang terbakar serta wangi rempah jamu tradisional kini menjadi identitas sehari-hari di sudut Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Di balik kepulan asap tersebut, tersimpan cerita panjang tentang keteguhan para perantau asal Wonogiri yang telah puluhan tahun mengadu nasib di Tanah Darma Ayu.
Dikutip dari detikJabar, Sarto merupakan salah satu sosok pekerja keras yang telah melintasi waktu hampir tiga dekade dalam perantauannya. Ia tidak berjuang sendirian karena bersama belasan warga lainnya dari berbagai daerah seperti Sukoharjo, Klaten, Ponorogo, hingga Solo, mereka bahu-membahu membangun kehidupan dari pagi hingga malam.
Kehidupan para perantau ini berpusat di sebuah kontrakan sederhana yang berlokasi di RT 06 RW 03 Kelurahan Paoman. Fasilitas tersebut menjadi tempat bernaung bagi para penjual bakso, jamu, susu, hingga cilok yang mencari penghidupan jauh dari kampung halaman mereka.
Terdapat sekitar 15 kamar berukuran 3x4 meter di kontrakan tersebut yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka setiap harinya. Mengingat keterbatasan ruang yang tersedia, setiap kamar umumnya dihuni oleh dua hingga empat orang dengan memanfaatkan ranjang bertingkat agar tetap nyaman untuk beristirahat.
Biaya sewa kontrakan yang berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per tahun menjadi beban sekaligus motivasi bagi mereka untuk tetap produktif. Tempat ini bukan sekadar hunian, melainkan benteng pertahanan ekonomi yang mereka bangun dengan penuh kesabaran di tanah rantau.
"Dulu saya berjualan bakso gerobak, namun lesunya pembeli saat pandemi memaksa saya untuk memutar otak dan beralih menjadi penjual bakso tusuk," ujar Sarto.
"Meski tampak sederhana, saya tetap mempertahankan idealisme rasa dengan membakar baksonya menggunakan arang, bukan gas," kata Sarto.
Adaptasi yang dilakukan Sarto menunjukkan bahwa kreativitas dalam berbisnis adalah kunci utama untuk bertahan hidup. Meskipun badai pandemi Covid-19 sempat mengguncang sendi ekonomi para perantau, mereka tetap mampu bangkit dengan cara melakukan inovasi pada produk dagangan yang ditawarkan.
Semangat yang ditunjukkan oleh Sarto dan rekan-rekannya memberikan inspirasi bagi banyak orang mengenai arti kerja keras. Mereka membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kemauan untuk beradaptasi, tantangan ekonomi yang berat sekalipun dapat dilalui dengan hasil yang layak.