TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah merampungkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Dana segar sebesar Rp 4,36 triliun berhasil dihimpun melalui mekanisme tersebut.
Dikutip dari Investasi, dana hasil rights issue tersebut kemudian disalurkan oleh BNBR kepada anak usahanya, yakni PT Bakrie Toll Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan struktur modal anak perusahaan.
Selain BNBR, sejumlah emiten lain di Bursa Efek Indonesia juga telah mengumumkan rencana aksi serupa pada akhir Juli 2026. Beberapa perusahaan tersebut antara lain PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP).
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) berencana menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis, termasuk pengambilalihan PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAI Center, serta pengembangan data center.
Sementara itu, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menempuh skema inbreng saham PT Borneo Prima. Perusahaan ini berpotensi meraup dana hingga Rp 27,10 triliun melalui penerbitan 215,10 miliar saham baru dengan harga Rp 126 per lembar.
Di sisi lain, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menawarkan maksimal 8,47 miliar saham baru dengan potensi perolehan dana sekitar Rp 635,45 miliar. Fokus utama aksi korporasi WMPP ini adalah melakukan konversi utang menjadi saham untuk memperbaiki struktur permodalan.
Menanggapi fenomena tersebut, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangannya. Menurutnya, tren rights issue sepanjang 2026 menunjukkan bahwa emiten lebih selektif dalam memanfaatkan aksi korporasi ini dibandingkan hanya sekadar mencari tambahan modal, ujar Nafan Aji Gusta.
Nafan menjelaskan bahwa setiap perusahaan memiliki agenda spesifik dalam penggunaan dana hasil rights issue. Misalnya, MGLV berorientasi pada pendanaan ekspansi, FORU untuk transformasi bisnis melalui skema inbreng, dan WMPP difokuskan pada perbaikan struktur permodalan melalui konversi utang, kata Nafan Aji Gusta.
Ia pun memberikan saran bagi para investor di pasar modal. Investor perlu memperhatikan secara saksama tujuan penggunaan dana, kualitas aset yang diperoleh, serta potensi kemampuan rights issue tersebut dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan di masa depan, tambah Nafan Aji Gusta.