TRENMEDIA.BIZ.ID - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan perhatian terhadap geliat ekspansi jaringan ritel O!Save yang berasal dari Filipina di Indonesia. Kehadiran ritel dengan konsep harga murah ini mulai menarik perhatian publik dan pelaku usaha.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyatakan bahwa pemerintah masih dalam tahap mengamati perkembangan O!Save di tanah air. Ia menekankan bahwa industri ritel di Indonesia saat ini menunjukkan kekuatan yang signifikan.

"Belum tentu mengganggu, nanti kami akan lihat perkembangannya. Ada juga peran KPPU [Komisi Pengawas Persaingan Usaha] dalam hal ini," ujar Bagus Rachman saat ditemui di Kementerian Perdagangan pada Selasa (11/8).

O!Save merupakan pemain ritel yang mengusung konsep hard discount dan telah beroperasi sejak tahun 2023. Ritel ini fokus menyediakan kebutuhan pokok, makanan, perlengkapan rumah tangga, serta produk perawatan diri yang esensial bagi masyarakat sehari-hari.

Perusahaan O!Save mengklaim memiliki model operasional toko yang sederhana, menghindari penyewaan lokasi di area premium. Mereka mengedepankan penetapan harga terendah setiap hari, bukan melalui promosi musiman. Saat ini, O!Save telah membuka 37 gerai di wilayah Jakarta.

Untuk membuka gerai O!Save di Indonesia, perusahaan menetapkan beberapa kriteria spesifik. Salah satunya adalah luas lantai satu minimal 250 meter persegi, serta lokasi komersial seluas minimal 350 meter persegi. Ketersediaan lahan kosong siap sewa minimal 450 meter persegi juga menjadi pertimbangan.

Lokasi strategis yang berada di dalam atau dekat dengan area perdagangan, pusat komunitas, serta lingkungan pemukiman menjadi prioritas. Fasade toko yang lebar dan ketersediaan lahan parkir juga dianggap sebagai nilai tambah oleh O!Save.

Kehadiran O!Save menimbulkan kekhawatiran terkait potensi persaingan baru, terutama di tengah tren margin keuntungan yang semakin menipis bagi peritel lokal. Sebelumnya, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) telah mengemukakan fenomena ini.

Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan bahwa meskipun penjualan ritel mengalami peningkatan, keuntungan bersih para pelaku usaha justru semakin tertekan. Hal ini mendorong pelaku usaha untuk terus menggelontorkan berbagai program diskon guna menjaga daya beli masyarakat.