TRENMEDIA.BIZ.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan perluasan cakupan Program Pemagangan Nasional Angkatan 2, membuka pintu bagi lulusan pendidikan profesi untuk berpartisipasi. Kebijakan ini merupakan langkah signifikan dalam memberikan kesempatan pengalaman kerja yang lebih luas bagi para profesional muda.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengonfirmasi bahwa tahun ini lulusan profesi diperbolehkan mendaftar dalam program magang tersebut. "Ada (lulusan) profesi," ungkap Yassierli dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kantornya di Jakarta Selatan pada Selasa, 11 Agustus.
Meskipun belum merinci jumlah pastinya, Menaker Yassierli menyebutkan bahwa beberapa lulusan profesi telah berhasil diterima di berbagai rumah sakit. "Diterima di rumah sakit itu perawat. Ya, perawat banyaknya," jelasnya.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa kebijakan ini berbeda dari program pemagangan angkatan sebelumnya yang memiliki ketentuan spesifik mengenai lulusan profesi. "Semua lulusan profesi boleh ikut," tegas Darmawansyah pada kesempatan yang sama.
Perluasan ini dilatarbelakangi oleh tingginya permintaan dari masyarakat agar lulusan profesi juga mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan dan membangun portofolio kerja. "Perluasan tersebut dilakukan setelah adanya permintaan dari masyarakat agar lulusan profesi turut mendapatkan kesempatan memperoleh pengalaman kerja," paparnya.
Meskipun demikian, Kemnaker belum memiliki data pasti mengenai jumlah spesifik lulusan profesi yang telah diterima dalam Program Pemagangan Nasional Angkatan 2.
Darmawansyah menambahkan bahwa peserta dari kalangan lulusan profesi dalam program ini mayoritas berasal dari sektor kesehatan, khususnya keperawatan. Penempatan mereka dilakukan sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan, misalnya sebagai perawat di rumah sakit dan klinik. "Di rumah sakit banyak kebutuhan untuk perawat," ujarnya.
Kemnaker memberikan jaminan bahwa posisi yang ditawarkan kepada lulusan profesi bukanlah sekadar pekerjaan administratif belaka. Posisi magang harus relevan dengan keahlian yang dimiliki peserta, seperti penempatan lulusan keperawatan sebagai perawat atau posisi lain yang membutuhkan keahlian spesifik.
Proses seleksi penyelenggara dan posisi magang dilakukan melalui verifikasi berlapis untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan. "Kalau perusahaannya layak, lowongannya tidak layak, kita tolak," tegas Darmawansyah, menolak posisi yang tidak sesuai tujuan program seperti front office, kasir, dan sales.
