TRENMEDIA.BIZ.ID - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi telah menyalurkan dana bergulir kepada sembilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes. Penyaluran ini dirancang khusus untuk memperkuat modal kerja operasional gerai sembako di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Kementerian Koperasi. Inisiatif ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari tahap awal pengembangan hingga peresmian oleh pemerintah.
"Dari total yang sudah kita biayai, kurang lebih ada sembilan koperasi KDKMP. Biasanya yang kita biayai adalah untuk sektor usaha atau gerai sembako. Dari rata-rata enam gerai yang dimiliki, pembiayaan yang diajukan ke LPDB difokuskan untuk gerai sembako," ujar Krisdianto di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Sebagai bentuk dukungan, LPDB Koperasi menawarkan skema pembiayaan khusus dengan suku bunga yang lebih rendah dari tarif reguler. Jika bunga normal LPDB adalah 6,5%, maka untuk gerai Kopdes Merah Putih ini, bunga yang dikenakan hanya 4%.
Sembilan koperasi penerima manfaat pembiayaan ini tersebar di berbagai daerah, dengan mayoritas berada di Pulau Jawa, seperti Klaten dan Jember. Beberapa wilayah di Kalimantan juga turut mendapatkan alokasi dana ini.
Krisdianto menyatakan bahwa kinerja pengembalian pinjaman dari jaringan gerai Kopdes Merah Putih berjalan sangat memuaskan dan tanpa kendala berarti.
"Kinerjanya lancar, alhamdulillah. Bahkan sudah ada satu yang lunas, yaitu unit koperasi yang berada di Jember," tuturnya.
Mengenai mekanisme penyaluran dana, Krisdianto menegaskan bahwa LPDB Koperasi menerapkan pendekatan yang berbeda dari skema perbankan Himbara atau lembaga pelaksana lainnya.
LPDB Koperasi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menerapkan skema penjaminan penuh. Namun, untuk mempermudah akses pengajuan, jaminan yang dibutuhkan tidak mengikat aset desa, melainkan bersifat fleksibel.
