TRENMEDIA.BIZ.ID - Jumlah investor saham di Indonesia telah mencatat rekor baru dengan melampaui angka 10 juta investor. Fenomena ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal yang terus meningkat.

Namun, para pelaku industri sekuritas kini menggeser strategi mereka. Alih-alih hanya berfokus pada penambahan jumlah nasabah baru, perhatian utama kini diarahkan pada peningkatan aktivitas transaksi investor yang sudah terdaftar.

Perubahan fokus ini didorong oleh pemahaman bahwa pertumbuhan jumlah investor belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan volume transaksi di pasar modal. Investor yang aktif bertransaksi menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan industri.

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah mengapa sekuritas kini lebih memprioritaskan nasabah aktif. Hal ini berkaitan dengan profitabilitas perusahaan sekuritas yang sebagian besar berasal dari biaya transaksi.

Oleh karena itu, upaya intensif kini dilakukan untuk mengedukasi dan memfasilitasi investor agar lebih sering melakukan jual beli saham. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih dinamis dan likuid.

Strategi yang ditempuh meliputi penyediaan platform investasi yang lebih ramah pengguna, edukasi pasar yang berkelanjutan, serta penawaran produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan investor aktif.

"Kini tantangannya bukan lagi hanya bagaimana menarik investor baru, tapi bagaimana membuat investor yang sudah ada menjadi lebih aktif dalam bertransaksi," ujar seorang analis pasar modal.

Peningkatan jumlah investor saham hingga menembus 10 juta ini merupakan sebuah pencapaian signifikan bagi industri keuangan Indonesia. Hal ini menandakan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap instrumen investasi saham.

Namun, para pemain di industri sekuritas menyadari bahwa potensi penuh dari peningkatan jumlah investor ini baru bisa terwujud jika aktivitas transaksi mereka juga meningkat. Oleh karena itu, fokus strategis pun bergeser.