TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menaruh perhatian pada keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang lokasinya terbilang tidak biasa. Sejumlah koperasi tersebut terpantau berada di area yang terkesan kurang strategis untuk kegiatan bisnis pada umumnya.

Beberapa koperasi ditemukan berlokasi di kawasan perbukitan, bahkan ada yang berada di dekat area pertambakan. Penempatan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas operasional dan potensi pengembangannya.

Meskipun demikian, Kepala Dinas Koperasi Jawa Tengah, Desi Arijani, memiliki pandangan optimis terkait hal ini. Ia menilai bahwa lokasi yang tidak konvensional bukanlah penghalang mutlak bagi pengembangan ekonomi lokal.

Menurutnya, para pengurus koperasi memiliki peluang untuk menggali dan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di sekitar lokasi tersebut. Inovasi dan strategi yang tepat dapat mengubah tantangan lokasi menjadi keunggulan tersendiri.

"Kami pantau lewat medsos juga ya, ternyata ada yang di puncak bukit, di kuburan," ungkap Desi Arijani saat dikonfirmasi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa observasi awal dilakukan melalui pemantauan media sosial.

Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak terlibat dalam proses pembangunan awal dari koperasi-koperasi tersebut. Peran Pemprov lebih kepada pembinaan dan pemantauan pasca pendirian.

"Kami pantau lewat medsos juga ya, ternyata ada yang di puncak bukit, di kuburan," ujar Desi Arijani. Pernyataan ini menegaskan temuan unik mengenai lokasi beberapa koperasi yang berada di tempat tak lazim.

"Ia menambahkan bahwa Pemprov tidak terlibat dalam proses pembangunan awal koperasi tersebut," kata Desi Arijani. Penjelasan ini mengklarifikasi batasan keterlibatan Pemprov dalam tahapan pendirian koperasi.

Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, fokus perhatian Pemprov Jateng saat ini adalah bagaimana mengoptimalkan potensi bisnis yang mungkin tersembunyi di balik lokasi-lokasi yang tak terduga tersebut.