TRENMEDIA.BIZ.ID - Anak usia sekolah kini menjadi sorotan khusus Densus 88 Antiteror Polri terkait potensi terpapar paham kekerasan. Fenomena ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak demi menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

Salah satu wilayah yang diidentifikasi membutuhkan intervensi pencegahan adalah Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Keberadaan potensi tersebut mendorong upaya penanganan yang lebih terarah di daerah ini.

Upaya pencegahan dini terhadap paham kekerasan harus dilakukan secara kolektif dan terpadu. Hal ini mengingat bahwa intoleransi yang tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada radikalisme yang membahayakan.

"Penting untuk menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara kolektif," tegas Komandan Tim Idensos dan Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri, Ganjar Satrio.

Ia melanjutkan, "Hal ini penting mengingat intoleransi yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi radikalisme dan berujung pada aksi terorisme yang membahayakan."

Paham kekerasan dinilai sangat berbahaya karena telah menimbulkan berbagai dampak negatif. Korban luka-luka hingga aksi pengeboman menjadi bukti nyata ancaman yang ditimbulkannya di berbagai wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman radikalisme yang bisa menyasar siapa saja, termasuk anak-anak sekolah.