TRENMEDIA.BIZ.ID - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa pencarian buronan kasus korupsi Harun Masiku masih menjadi prioritas utama lembaga tersebut. Ia mengakui bahwa belum tertangkapnya tersangka ini hingga saat ini memberikan beban tersendiri bagi pimpinan KPK.
Dikutip dari sumber berita terkait, proses pengejaran terhadap Harun Masiku hingga kini belum menemukan titik terang yang signifikan. Kondisi ini memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk para mantan penyidik di lembaga antirasuah tersebut.
Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, angkat bicara mengenai lambatnya progres penangkapan buronan tersebut. Ia memberikan saran konkret agar lembaga yang kini dipimpin Setyo Budiyanto tersebut melakukan evaluasi strategi.
"KPK harus lebih giat lagi, membentuk tim khusus menangkap keberadaan Harun Masiku," ujar Yudi Purnomo Harahap.
Yudi menyoroti dinamika yang terjadi di lapangan, di mana upaya pengejaran terkesan berjalan di tempat. Menurutnya, perlu ada langkah taktis baru agar keberadaan Harun Masiku dapat segera terlacak dan diproses hukum.
Sorotan ini juga mencuat setelah adanya perkembangan baru terkait Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Diketahui bahwa Hasto telah menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto dalam konteks perkembangan kasus yang ada.
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto sempat ditetapkan oleh KPK atas dugaan keterlibatan dalam kasus suap. Kasus tersebut melibatkan Harun Masiku dan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Kehadiran usulan pembentukan tim khusus diharapkan dapat menjadi angin segar dalam upaya penegakan hukum. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menuntaskan perkara yang sudah cukup lama menyita perhatian publik.
Pihak KPK sendiri diharapkan dapat menindaklanjuti masukan tersebut demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja lembaga. Upaya proaktif dinilai menjadi kunci utama dalam memburu tersangka yang masih melarikan diri.