TRENMEDIA.BIZ.ID - Harga emas dunia kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Logam mulia ini berhasil menguat di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami volatilitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, harga emas di pasar spot tercatat ditutup pada level US$ 4.053,8 per troy ons. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 0,27% dibandingkan dengan penutupan pada pekan sebelumnya.

Pergerakan harga emas sempat diwarnai tren negatif setelah mengalami penurunan sebesar 1,5% pada Jumat, 31 Juli 2026. Sebelum penurunan tersebut terjadi, emas sempat mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut di pasar global.

Fluktuasi harga emas memang terlihat cukup signifikan sepanjang pekan ini. Sebelumnya, harga emas sempat terkoreksi sebesar 1,2% pada 28 Juli, setelah sempat mencatatkan penguatan sebesar 0,63% pada periode sebelumnya.

Faktor utama yang memicu dinamika harga ini adalah perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diketahui telah mengumumkan rencana kelanjutan pembicaraan damai dengan pihak Iran.

Rencana tersebut muncul meskipun sebelumnya sempat terdapat ancaman aksi serangan atas permintaan dari sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut, termasuk Arab Saudi. Ketidakpastian situasi ini menjadi salah satu pendorong utama volatilitas harga di pasar komoditas.

"Situasi saat ini memang memberikan sedikit sentimen positif bagi pergerakan harga emas, namun kami berpendapat bahwa kondisi pasar belum sepenuhnya stabil," ujar Samantha Dart, Co-Head Global Commodities Research di Goldman Sachs.

Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 46, yang menunjukkan pasar masih berada dalam zona bearish namun cenderung netral. Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari menyentuh angka 69, yang mengindikasikan adanya area beli yang cukup kuat.

Bagi para investor, harga emas diproyeksikan akan bergerak dalam rentang sempit dengan target resistensi di kisaran US$ 4.059 hingga US$ 4.068 per troy ons. Jika level tersebut berhasil ditembus, potensi penguatan lanjutan dapat menuju target US$ 4.076 hingga US$ 4.094, bahkan mencapai US$ 4.105 per troy ons.