TRENMEDIA.BIZ.ID - Setiap individu memiliki pola aktivitas harian yang unik, yang sering kali terbagi menjadi dua kategori utama, yakni morning person atau night person. Perbedaan ritme sirkadian ini menentukan kapan seseorang mencapai puncak energi terbaiknya dalam satu hari.
Dikutip dari HaiBunda, kelompok morning person atau early bird adalah mereka yang terbiasa tidur lebih awal dan memulai aktivitas di pagi hari. Kelompok ini cenderung memiliki tingkat energi paling tinggi saat menjalani paruh pertama hari.
"Kelompok ini memiliki kesadaran diri yang tinggi serta dukungan sosial yang baik," ujar studi tahun 2021 yang dikutip dari HaiBunda.
Dalam hal prestasi, riset dari Universitas Texas yang dimuat dalam Science Daily menunjukkan bahwa mahasiswa yang terbiasa bangun pagi cenderung meraih nilai akademis yang lebih tinggi. Hal ini didorong oleh kemampuan mereka dalam membuat perencanaan masa depan dan menetapkan target yang ambisius.
"Tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi ditemukan pada morning person karena paparan sinar matahari pagi yang membantu meningkatkan suasana hati," ungkap riset tersebut sebagaimana dikutip dari HaiBunda.
Selain itu, kebiasaan bangun lebih awal memungkinkan seseorang melakukan olahraga pagi yang bermanfaat bagi ritme tubuh. Studi dari Universitas Pendidikan di Heidelberg menambahkan bahwa kelompok ini merasa lebih mampu mengendalikan jadwal harian mereka.
"Kebiasaan bangun sebelum Subuh berkaitan erat dengan sifat optimistis, kepuasan diri, dan kesadaran sosial yang baik," kata penelitian dari Universitas James Madison yang dikutip dari HaiBunda.
Di sisi lain, night person atau night owl adalah individu yang lebih produktif pada sore hingga malam hari. Mereka cenderung tidur lebih larut dan baru merasakan lonjakan kreativitas saat hari mulai gelap.
"Kebiasaan tidur larut malam dikaitkan dengan potensi risiko kesehatan jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi dengan baik," jelas riset tahun 2019 yang dikutip dari HaiBunda.