TRENMEDIA.BIZ.ID - Bawang menjadi bumbu dapur utama yang hampir selalu digunakan dalam setiap masakan di Indonesia. Banyak masyarakat kini lebih memilih membeli bawang yang sudah dikupas demi alasan efisiensi waktu saat memasak.

Namun, menyimpan bawang yang sudah dikupas memiliki tantangan tersendiri karena cenderung mudah berlendir dan cepat membusuk. Kondisi ini tentu merugikan jika bawang yang dibeli dalam jumlah banyak tidak segera digunakan.

Dikutip dari laman Gaya Hidup, terdapat sembilan metode efektif untuk menjaga kualitas bawang kupas agar tetap terjaga kesegarannya. Langkah-langkah ini sangat berguna bagi ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

Galih Nugroho, S.Ikom, dalam tulisannya yang diterbitkan pada 2 Agustus 2026, memaparkan panduan teknis mengenai penyimpanan bawang tersebut. Ia menekankan pentingnya cara penanganan yang tepat untuk menghindari perubahan tekstur pada bawang.

"Bawang kupas sering menjadi pilihan praktis untuk memasak sehari-hari maupun kebutuhan usaha kuliner," ujar Galih Nugroho, S.Ikom.

Menurut penjelasannya, teknik penyimpanan yang benar menjadi kunci utama agar stok bumbu tetap layak konsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama. Hal ini mencegah pemborosan bahan pangan di rumah atau tempat usaha.

"Supaya stok bawang yang sudah dikupas tetap segar, tidak berlendir, dan awet lebih lama, berikut adalah 9 cara menyimpan bawang kupas yang benar," kata Galih Nugroho, S.Ikom.

Metode penyimpanan yang disarankan mencakup penggunaan wadah kedap udara hingga pengaturan suhu di dalam lemari pendingin. Langkah-langkah ini dirancang agar bawang tidak terpapar kelembapan berlebih yang memicu pertumbuhan bakteri.

Dengan menerapkan teknik penyimpanan yang tepat, kualitas bawang kupas akan terjaga dengan optimal. Hal ini mempermudah proses memasak tanpa harus khawatir akan penurunan kualitas bahan bumbu yang disimpan.