TRENMEDIA.BIZ.ID - Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 kini menjadi pusat perhatian industri properti nasional setelah berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) kompak membukukan lonjakan laba signifikan hingga mencapai angka Rp 1,68 triliun pada semester I 2026.
Dikutip dari Investasi, keberhasilan tersebut didorong oleh masifnya monetisasi lahan serta tingginya penjualan properti di kawasan strategis tersebut. Penjualan area komersial dan residensial menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan pendapatan kedua emiten ini.
PANI mencatatkan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 483,78% secara tahunan menjadi Rp 1,68 triliun. Angka tersebut melonjak tajam dari posisi Rp 285,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan neto PANI sendiri tumbuh 77,61% menjadi Rp 2,92 triliun, dengan sektor tanah dan bangunan menyumbang Rp 2,86 triliun. Tren positif ini juga diikuti oleh CBDK yang membukukan laba bersih Rp 1,68 triliun, sebuah pertumbuhan tahunan sebesar 225,49%.
Pencapaian CBDK didukung oleh lonjakan pendapatan neto sebesar 84,18% yang mencapai Rp 2,2 triliun. Penjualan tanah dan bangunan menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perseroan dengan nilai mencapai Rp 2,15 triliun.
"Selama pengembangan kawasan PIK2 berjalan sesuai rencana, peluang re-rating valuasi masih terbuka," kata Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari.
Menurut Brigita, akselerasi serah terima unit dan kuatnya penjualan residensial menjadi kunci performa PANI. Sementara bagi CBDK, pertumbuhan didorong oleh penjualan lahan komersial, Bizpark, serta produk residensial seiring pengembangan CBD PIK2.
"Lonjakan laba PANI juga dipengaruhi pendapatan non-berulang sekitar Rp 1,2 triliun dari PT Fin Centerindo Tiga, serta peningkatan kepemilikan di CBDK yang memperbesar kontribusi laba konsolidasi," ujar Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie.
Adrian menambahkan bahwa meskipun pertumbuhan pada semester II diprediksi akan berjalan lebih moderat, kinerja sepanjang tahun 2026 tetap diproyeksikan positif. Hal ini didukung oleh catatan marketing sales yang sejauh ini terjaga dengan baik.