TRENMEDIA.BIZ.ID - Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah mempersiapkan kriteria khusus dalam menyeleksi kandidat Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Langkah ini diambil untuk mencari pengganti Perry Warjiyo yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada 25 Juli 2026.

Dikutip dari Detik Finance, posisi pimpinan Bank Sentral saat ini diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai pejabat sementara (Pjs). Proses pemilihan ini nantinya akan melibatkan mekanisme penjaringan, penetapan calon, pengajuan ke DPR, hingga uji kelayakan dan kepatutan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan mengenai syarat utama yang menjadi perhatian serius Presiden dalam menyaring nama calon pimpinan BI tersebut. Ia menegaskan bahwa kriteria tersebut tidak bisa ditawar bagi siapa pun yang akan memimpin lembaga moneter negara.

"Kriteria khusus? Yang wajib adalah Merah Putih," ujar Prasetyo.

Terkait peluang Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai Pjs untuk diangkat menjadi Gubernur BI definitif, Prasetyo Hadi belum memberikan jawaban pasti. Ia menekankan bahwa penentuan sosok yang akan diajukan sepenuhnya merupakan wewenang Kepala Negara.

"(Destry diusulkan jadi Gubernur BI?) Hanya beliau yang tahu lah," kata Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat memberikan sinyal mengenai keterlibatan Destry Damayanti dalam bursa calon pimpinan BI. Namun, keputusan final mengenai siapa yang akan memimpin bank sentral tetap berada di tangan DPR melalui mekanisme seleksi yang berlaku.

Di sisi lain, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh bank Himbara. Menurutnya, kolaborasi ini sangat krusial agar seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak selaras dalam mengelola sektor keuangan nasional.

"Ya semua bank Himbara sekarang bersama Bank Indonesia, bersama semua unsur, kita ini harus menjadi satu tim, satu kesebelasan. Kuncinya adalah kerja sama," tutur Prabowo.