• TRENMEDIA.BIZ.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkonfirmasi bahwa perusahaan teknologi finansial (fintech) peer-to-peer (P2P) lending, iGrow, saat ini tengah difokuskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait pembiayaan yang bermasalah. Langkah ini diambil menyusul adanya temuan mengenai tingkat gagal bayar yang masih tinggi.

Situasi ini membuat OJK mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara penyaluran pembiayaan baru yang dilakukan oleh iGrow. Keputusan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi iGrow agar dapat secara optimal menuntaskan kewajiban-kewajiban yang tertunda kepada para pemberi pinjaman.

Tingkat Wanprestasi atau gagal bayar yang tercatat pada iGrow mencapai angka yang signifikan, yaitu sebesar 80,18% untuk tenor 90 hari (TWP90). Angka ini menjadi indikator utama mengapa OJK perlu melakukan intervensi dan pengawasan lebih ketat.

"Saat ini kami memang sedang berfokus pada bagaimana menyelesaikan pembiayaan bermasalah yang ada di iGrow," demikian pernyataan yang disampaikan oleh pihak OJK. Fokus ini menunjukkan adanya upaya serius dari regulator untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan dalam ekosistem fintech lending.

Langkah pembekuan penyaluran pembiayaan baru ini merupakan bagian dari strategi OJK untuk memastikan bahwa iGrow tidak menambah jumlah kredit macet baru. Prioritas utama dialihkan sepenuhnya untuk menyelesaikan tunggakan yang sudah ada.

"Kami mendorong agar kewajiban-kewajiban yang ada diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembiayaan baru dibuka kembali," ujar pihak OJK, menekankan pentingnya penyelesaian utang sebelum ekspansi kembali dilakukan.

Tindakan OJK ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para investor dan pemberi pinjaman yang telah menyalurkan dananya melalui platform iGrow. Penyelesaian tunggakan menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan terhadap platform tersebut.

Melalui penekanan pada penyelesaian pembiayaan bermasalah, OJK berupaya menjaga kesehatan industri fintech P2P lending secara keseluruhan. Hal ini penting agar sektor ini dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan risiko sistemik.

iGrow sendiri diharapkan dapat segera merespons arahan OJK dengan melakukan restrukturisasi dan upaya maksimal untuk menagih tunggakan. Transparansi dalam proses penyelesaian juga akan menjadi faktor penting dalam membangun kembali reputasi platform.