TRENMEDIA.BIZ.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso baru-baru ini menerima perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan strategi peningkatan ekspor produk otomotif Indonesia di kancah internasional.

Dalam dialog tersebut, Mendag Budi Santoso menekankan pentingnya pelaku usaha otomotif untuk terus menggenjot angka ekspor. Ia secara khusus mendorong pemanfaatan optimal terhadap berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia dengan negara-negara mitra dagangnya.

Perjanjian-perjanjian dagang ini dinilai sebagai modal krusial untuk memperluas jangkauan pasar produk Indonesia. Selain itu, kesepakatan-kesepakatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang-peluang baru di pasar global.

"Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra. Perluasan akses pasar ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Mendag Budi Santoso.

Mendag Budi Santoso menambahkan bahwa perjanjian dagang yang ada juga berperan penting dalam memperkuat akses di pasar-pasar tujuan ekspor utama, salah satunya adalah kawasan Teluk. Pemerintah saat ini tengah berupaya menyelesaikan kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC).

"Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat,” tambah Mendag Budi Santoso.

Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, menyampaikan sejumlah masukan strategis terkait pengembangan ekspor otomotif. Salah satu yang diangkat adalah potensi pengembangan pasar di kawasan Amerika Latin yang dinilai memiliki peluang besar.

Namun, Nandi Julyanto juga mengemukakan adanya tantangan dalam akses pasar ke Meksiko. Hal ini disebabkan oleh belum adanya perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan negara tersebut.

"PT TMMIN siap terus memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia untuk memperkuat ekspor Indonesia," ungkap Nandi Julyanto. Ia menambahkan bahwa komitmen ini sejalan dengan visi Toyota untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pasokan global dan terus menjajaki pasar ekspor baru.