TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Mongolia kini membuka pintu lebar bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya yang berasal dari DKI Jakarta, untuk mengisi kebutuhan di berbagai sektor. Kesempatan ini menjadi kabar baik bagi para profesional di bidang perhotelan yang tengah mencari peluang karir internasional.
Pemerintah Mongolia berencana merekrut sebanyak 8.000 pekerja dari Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan adanya kebutuhan signifikan akan tenaga kerja asing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di negara tersebut.
"Sekarang Mongolia sudah membuka kesempatan untuk warga DKI Jakarta untuk bekerja di Mongolia, jadi lowongan kerjanya sekitar 8.000 orang," ujar Taufik, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransgi DKI Jakarta. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan informasi yang diterima Disnakertransgi.
Sektor perhotelan diidentifikasi sebagai salah satu area yang memiliki potensi besar bagi pekerja asal Indonesia. Kebutuhan ini sejalan dengan perkembangan industri pariwisata yang terus berkembang di Mongolia.
Para calon pekerja di sektor perhotelan berpeluang mendapatkan gaji yang cukup kompetitif. Rentang gaji yang ditawarkan berkisar antara 500 hingga 900 dolar Amerika Serikat per bulan, sebuah tawaran yang patut dipertimbangkan.
Namun, para pencari kerja perlu memahami bahwa proses rekrutmen ini memiliki standar. Calon pekerja tetap diwajibkan memenuhi berbagai persyaratan dan kompetensi yang telah ditetapkan oleh pihak Mongolia.
"Salah satu bidang yang menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia di Mongolia adalah sektor perhotelan dengan rentang gaji sekitar 500 hingga 900 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Taufik. Hal ini menegaskan adanya spesifikasi keahlian yang dicari.
