TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah terus berupaya memulihkan layanan telekomunikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilanda gempa. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, memberikan perkembangan terbaru mengenai progres pemulihan jaringan pascagempa.
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 683 dari total 794 Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa telah berhasil kembali beroperasi. Angka ini menunjukkan tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi mencapai 86,02%.
Meski demikian, masih terdapat 111 unit BTS yang saat ini masih dalam tahap proses pemulihan. Pemerintah memastikan akan terus mengawal hingga seluruh jaringan kembali normal dan berfungsi sepenuhnya.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo ini telah menimbulkan dampak yang signifikan. Bencana tersebut mengakibatkan 53 korban jiwa, 135 orang luka-luka, dan sekitar 5.000 warga terpaksa mengungsi. Kerusakan juga meluas pada rumah penduduk dan sejumlah fasilitas publik.
"Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat," ujar Meutya Hafid dalam keterangan resminya pada Senin (17/8/2026).
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bersama dengan para penyelenggara telekomunikasi secara intensif memantau dan mengawal pemulihan jaringan di 11 kabupaten/kota yang terkena dampak gempa. Dari total BTS yang mengalami gangguan, tiga kabupaten kini telah pulih sepenuhnya.
"Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi," jelas Meutya Hafid merinci capaian pemulihan jaringan.
Tiga wilayah yang telah berhasil dipulihkan sepenuhnya adalah Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara. Sementara itu, delapan kabupaten lainnya masih memiliki beberapa BTS yang masih dalam proses perbaikan dan pemulihan.
Mayoritas gangguan pada jaringan telekomunikasi disebabkan oleh masalah pasokan listrik yang berdampak pada 701 unit BTS. Selain itu, sebanyak 93 unit BTS juga mengalami kendala pada jaringan transmisinya.
