TRENMEDIA.BIZ.ID - Masyarakat sering kali menganggap bahwa buah yang sudah matang sempurna memiliki kandungan gula yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan buah yang masih mengkal. Rasa manis yang semakin tajam saat buah matang menjadi indikator utama yang melandasi pemikiran tersebut di kalangan konsumen.

Anggapan mengenai kenaikan kadar gula pada buah matang tersebut ternyata memang terbukti benar secara ilmiah. Informasi mengenai fenomena alami pada pematangan buah ini dilansir dari KOMPAS.com pada Selasa (4/8/2026).

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof. Antonius Suwanto, memberikan penjelasan mendalam terkait perubahan kimiawi yang terjadi pada buah. Beliau mengungkapkan bahwa buah yang masih mengkal memiliki struktur karbohidrat yang berbeda dari buah matang.

Pada kondisi belum matang, kandungan karbohidrat di dalam buah masih didominasi oleh jenis pati resisten. Jenis pati ini dikenal memerlukan waktu yang jauh lebih lambat untuk dicerna oleh sistem pencernaan manusia.

"Selama proses pematangan, pati kompleks di dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis," ujar Prof. Antonius Suwanto.

Perubahan senyawa pati menjadi gula sederhana ini berdampak langsung pada rasa manis serta tingkat kemudahan gula tersebut diserap oleh tubuh. Meskipun demikian, peningkatan kadar gula tidak lantas membuat buah yang matang kehilangan nilai gizinya.

"Hanya karena perbedaan rasa bukan berarti tak ada manfaatnya. Buah matang tetap memberikan manfaat karena kaya akan vitamin dan antioksidan," kata Prof. Antonius Suwanto.

Pemahaman mengenai tingkat kematangan buah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memilih jenis buah yang sesuai dengan kondisi tubuh. Bagi individu yang perlu mengontrol gula darah, memperhatikan tingkat kematangan buah bisa menjadi langkah antisipasi yang sangat baik.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Kompas. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.