TRENMEDIA.BIZ.ID - Sebuah kisah memilukan datang dari Kota Surabaya, di mana seorang ibu bernama Agustin Arimardika tengah berjuang keras mencari keberadaan putri kandungnya yang berusia lima tahun. Peristiwa ini mencuat setelah ia membagikan kondisi anaknya melalui media sosial hingga menjadi perhatian publik.
Dikutip dari sumber berita terkait, Agustin atau yang akrab disapa Ayu mengungkapkan bahwa sang putri berinisial A telah dibawa oleh mantan suaminya, Sunardi, sejak awal Maret 2026 silam. Sejak saat itu, ia kehilangan kontak dan tidak pernah bertemu langsung dengan buah hatinya tersebut.
Kekhawatiran Ayu semakin memuncak lantaran ia menerima kabar bahwa putrinya tidak lagi mendapatkan akses pendidikan yang layak. Selain itu, sang anak diduga harus menjalani kehidupan berpindah-pindah bersama ayahnya demi bertahan hidup.
Bahkan, terdapat informasi dari sejumlah warga setempat yang menyebutkan bahwa sang anak terlihat sedang mengemis di berbagai titik lokasi di wilayah Surabaya. Hal inilah yang memicu dugaan adanya praktik eksploitasi anak yang dilakukan oleh mantan suaminya.
"Saya belum pernah bertemu kembali dengan putri saya sejak awal Maret 2026 saat ia dibawa oleh mantan suami saya, Sunardi," ujar Agustin Arimardika.
"Anak saya saat ini sudah tidak lagi bersekolah dan diduga hidup berpindah-pindah, bahkan beberapa warga melihatnya mengemis di sejumlah lokasi di Surabaya," kata Agustin Arimardika.
Menanggapi viralnya keresahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tinggal diam. Pihak otoritas setempat segera mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti persoalan yang menyangkut kesejahteraan anak tersebut.
Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan sang anak serta melakukan verifikasi terhadap fakta-fakta yang beredar di masyarakat. Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memberikan perlindungan terbaik bagi sang bocah agar hak-haknya sebagai anak dapat terpenuhi kembali.
Hingga saat ini, proses penanganan kasus tersebut masih terus berjalan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Publik berharap agar permasalahan ini segera menemukan titik terang dan sang ibu dapat kembali berkumpul dengan anaknya.