TRENMEDIA.BIZ.ID - Pembangunan Pasar Ngawen yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan anggaran mencapai Rp 30 miliar kini menghadapi ancaman keterlambatan penyelesaian. Kondisi ini menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

Progres pengerjaan fisik proyek tersebut dilaporkan baru mencapai kisaran 90 persen, padahal batas waktu kontrak tinggal dua hari lagi. Hal ini mengindikasikan adanya kendala yang signifikan dalam proses pembangunan.

Bupati Blora, Arief Rohman, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek. Tujuannya adalah untuk memantau secara riil perkembangan pembangunan pasar tersebut.

Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi terkini di lapangan. Bupati ingin memahami secara detail hambatan yang dihadapi kontraktor pelaksana.

"Kami perlu melihat langsung progresnya, apakah sudah sesuai harapan atau belum," ujar Bupati Blora Arief Rohman.

Beliau menambahkan bahwa keterlambatan ini sangat disayangkan, mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan untuk proyek vital ini. Pasar Ngawen merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang penting.

"Saya sangat kecewa melihat kondisi ini, padahal batas waktu kontrak sudah di depan mata," kata Bupati Blora Arief Rohman.

Tujuan utama dari pembangunan kembali pasar ini adalah untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan kenyamanan bagi para pedagang serta pengunjung. Diharapkan pasar yang baru nantinya dapat lebih representatif.

"Rehabilitasi ini tujuannya untuk memajukan ekonomi lokal, jadi jangan sampai molor begini," tambah Bupati Blora Arief Rohman.