TRENMEDIA.BIZ.ID - Proyek pembangunan jalan tol yang menghubungkan kawasan Puncak menjadi salah satu prioritas Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hingga kini, rencana strategis ini masih berada dalam tahap mendalam kajian studi kelayakan (feasibility study/FS).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek proyek ini di mata para investor. Ia menilai, tingginya volume lalu lintas kendaraan di kawasan Puncak menjadi daya tarik utama yang akan memicu minat investasi.

"Tol Puncak seharusnya gampang, tapi kalau tidak salah masih dikaji desainnya, kalau peminat saya yakin banyak, karena itu trafiknya tinggi,” ujar Dody Hanggodo kepada awak media di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU periode 2025-2026, Rachman Arief Dienaputra, mengungkapkan bahwa proyek Tol Puncak 2 tengah dikaji secara mendalam untuk pengembangan kawasan mixed-use.

"Masih dalam kajian (proyek Tol Puncak 2). Kita sudah coba tawarkan, tapi kita lagi memperdalam feasibility study (FS)-nya," jelas Rachman Arief Dienaputra saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 April 2025.

Rachman Arief Dienaputra juga menyoroti potensi pengembangan proyek ini melalui mekanisme land development. Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penguasaan lahan di sepanjang rute tol untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Kalau misalnya ada satu kawasan yang akan kita bangun jalan tol, apakah bisa pemerintah menguasai kawasan tersebut? Bukan tidak mungkin, pemerintah (akan bergerak) sebagai developer-nya untuk mengembangkan kawasan tersebut," tuturnya.

Dalam rangka memaksimalkan potensi lahan, Kementerian PU berinisiatif menjalin komunikasi dengan Badan Bank Tanah. Kerjasama ini diharapkan dapat memanfatkan aset lahan yang ada untuk pengembangan kawasan di sekitar proyek Tol Puncak 2.

"Kita coba komunikasi itu dengan Badan Bank Tanah," imbuh Rachman Arief Dienaputra.