TRENMEDIA.BIZ.ID - Program hilirisasi kelapa sawit nasional menghadapi ancaman serius jika peremajaan tanaman sawit milik rakyat tidak segera dipercepat. Banyak perkebunan rakyat kini telah memasuki usia tua, yang berujung pada penurunan produktivitas yang signifikan.
Hal ini menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan produksi kelapa sawit nasional. "Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi, sekaligus mendukung hilirisasi," ujar Kepala Pusat Studi Sawit IPB University, Budi Mulyanto, dalam keterangan resminya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Usia tanaman sawit yang telah mencapai 25 tahun atau lebih menjadi indikator utama penurunan produktivitas. Kondisi ini secara langsung berdampak pada ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri pengolahan kelapa sawit.
"Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan bahan baku bagi industri kelapa sawit nasional," tegas Budi Mulyanto.
Minimnya pasokan bahan baku berpotensi menghambat kesuksesan program hilirisasi. Pengembangan industri hilir yang ambisius harus didukung oleh penguatan sektor hulu yang kokoh.
"Peremajaan sawit ini sangat penting. Saat ini hampir 50% sawit Indonesia itu merupakan sawit rakyat dan sebagian besar tanaman sudah tua. Kalau tidak diremajakan, bagaimana kita bicara program hilirisasi? Produksi itu kan menentukan hilirisasi," jelas Budi Mulyanto.
Untuk mendorong percepatan Program PSR, pendekatan afirmatif dinilai sebagai strategi yang efektif. Kebijakan ini diharapkan memberikan kemudahan, terutama terkait kendala administratif dan legalitas lahan yang dihadapi petani.
"Percepatan program peremajaan sawit rakyat membutuhkan kebijakan afirmatif terkait dengan masalah legalitas lahan. Kebijakan afirmatif tersebut harus berbasis prinsip kepastian, kemanfaatan, dan keadilan," tuturnya.
Kinerja Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam pelaksanaan Program PSR dinilai positif. Hal ini tercermin dari manfaat yang dirasakan petani, kelestarian lingkungan, dan kelangsungan industri sawit nasional.
