TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG kembali menghadirkan merek ikonik Semen Kujang yang pernah menjadi kebanggaan industri semen di Jawa Barat. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat penetrasi pasar di wilayah tersebut.

Revival Semen Kujang dilakukan dengan memadukan kekuatan warisan lokal (local heritage) dengan inovasi teknologi produk. Tujuannya agar produk semen ini semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan yang terus berkembang saat ini.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menjelaskan bahwa Semen Kujang memiliki nilai sejarah yang mendalam. Merek ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pembangunan Jawa Barat sejak lama.

"Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat," ujar Indrieffouny Indra.

Ia menambahkan bahwa Semen Kujang tercatat sebagai produk semen pertama yang hadir di Jawa Barat. Peresmiannya menandai era baru dalam industri konstruksi di provinsi tersebut.

Sejarah panjang Semen Kujang dimulai dari pendirian PT Semen Cibinong pada tahun 1971. Perusahaan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Semen Gresik (Persero) dengan Gypsum Carrier dan Bamerical International Financial Corporation.

Pembangunan fasilitas pabrik semen tersebut kemudian dimulai pada tahun 1973. Lokasi yang dipilih adalah di kawasan Narogong, Jawa Barat, yang strategis untuk produksi dan distribusi.

Pabrik semen yang memiliki kapasitas produksi sebesar 600.000 ton per tahun itu diresmikan secara langsung oleh Presiden Soeharto. Peresmian ini terjadi pada tahun 1975, bersamaan dengan dimulainya operasi resmi Semen Kujang.

"Pada 1975, pabrik semen berkapasitas 600.000 ton per tahun itu diresmikan oleh Presiden Soeharto dan mulai beroperasi dengan merek Semen Kujang," demikian catatan sejarah yang dilansir dari sumber berita asli.