TRENMEDIA.BIZ.ID - Penggunaan teknologi panel surya kini menjadi solusi inovatif bagi pelaku usaha budidaya perikanan di Indonesia untuk menekan beban operasional. Inisiatif ini dipaparkan dalam sebuah penelitian oleh PT Sustainability & Resilience (su-re.co) di Jakarta pada Kamis (30/7/2026).

Penerapan teknologi energi terbarukan ini terbukti mampu mengurangi ketergantungan terhadap listrik dari jaringan PLN hingga 42 sampai 50 persen. Langkah strategis ini diharapkan dapat membantu petambak dalam menghadapi kenaikan biaya produksi yang terus meningkat, sebagaimana dilansir dari Money.

"Hasil sementara menunjukkan penggunaan solar panel mampu menghemat konsumsi listrik PLN sekitar 42 hingga 50 persen," ujar Naafi Lathifah.

Program ini merupakan bagian dari kemitraan P4G Crustea–su-re.co Aquaculture for Climate Resilience. Tujuannya adalah mengintegrasikan energi terbarukan dalam sektor perikanan sekaligus meningkatkan ketahanan para petambak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

"Kemitraan ini tujuannya membantu startup melakukan market expansion, sementara dari sisi su-re.co kami mendukung pelatihan bagi petambak agar lebih tangguh terhadap perubahan iklim, melakukan kajian, hingga menyusun policy brief," tambah Naafi Lathifah.

Teknologi tersebut difokuskan untuk mengoperasikan sistem aerasi tambak yang selama ini menyedot konsumsi listrik cukup besar. Di wilayah Gianyar, Bali, panel surya telah berhasil memasok energi bagi aerator selama kurang lebih 10 jam setiap harinya.

Menurut Naafi Lathifah, pihaknya akan melakukan piloting lanjutan di Nusa Tenggara Barat bersamaan dengan program pelatihan bagi petambak. Langkah ini diambil agar dampak efisiensi energi dapat diukur secara lebih komprehensif di masa depan.

Dalam operasionalnya, sistem ini menggunakan skema hybrid yang terhubung dengan jaringan PLN serta dilengkapi baterai sebagai penyimpan daya. Hal ini dilakukan agar operasional tambak tetap andal namun tetap efisien dari sisi biaya investasi alat.

"Untuk lokasi yang sudah terkoneksi ke Jaringan Listrik PLN, kami merekomendasikan model hybrid sehingga bisa menghemat biaya pembelian baterai. Sistem tetap terkoneksi dengan PLN dan dilengkapi baterai sehingga operasional lebih andal sekaligus mampu menghasilkan penghematan energi sekitar 40 persen," ujar Naafi Lathifah.