TRENMEDIA.BIZ.ID - Rangers harus puas berbagi angka saat melawat ke markas Dundee United dalam laga pembuka Liga Utama Skotlandia. Pertandingan yang berlangsung di Tannadice Park pada 1 Agustus 2026 tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.
Hasil ini memperpanjang catatan kurang memuaskan bagi Rangers yang belum pernah meraih kemenangan pada laga pembuka liga dalam empat musim terakhir. Pertandingan ini juga menjadi momen krusial bagi Derek McInnes yang menjalani debut sebagai manajer baru Rangers.
Dikutip dari laman berita, manajer baru Rangers, Derek McInnes, berusaha keras untuk memutus tren negatif klub di laga perdana musim ini. "Laga ini menjadi tantangan besar bagi tim untuk menghentikan catatan buruk di awal kompetisi," ujar Derek McInnes.
Tuan rumah Dundee United justru tampil mengejutkan dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-39. Gol tersebut lahir dari aksi penyerang debutan asal Australia, Lachlan Rose, yang sukses memanfaatkan umpan terukur dari Jesse Randall.
Proses gol tersebut bermula dari kerja sama apik antara Jesse Randall dan Zac Sapsford yang mengirimkan bola kepada Rose. Sang penyerang baru kemudian melepaskan tembakan mendatar ke sudut bawah gawang untuk membawa Dundee United unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Rangers meningkatkan intensitas serangan guna menyamakan kedudukan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-56 lewat gol pemain asal Norwegia, Thelo Aasgaard.
Aasgaard mencetak gol melalui tendangan melengkung kaki kiri setelah memanfaatkan sundulan Michael Forbes yang kurang sempurna di area penalti. Gol tersebut membawa harapan baru bagi Rangers untuk membalikkan keadaan di sisa waktu pertandingan.
Laga ini diwarnai dengan banyaknya debutan yang tampil dari kedua belah pihak. Dundee United menurunkan enam pemain baru, sementara Rangers memainkan empat pemain anyar termasuk Lawrence Shankland dan Cammy Devlin.
Pada menit-menit akhir, terjadi ketegangan saat Rangers mengajukan protes penalti menyusul tekel Emmanuel Agyei terhadap Mohamed Diomande. Namun, wasit Nick Walsh menyatakan bahwa insiden di kotak penalti tersebut bukanlah sebuah pelanggaran.