TRENMEDIA.BIZ.ID - Komisi Disiplin FIFA saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden kericuhan yang terjadi di lapangan usai laga final Piala Dunia 2026. Investigasi ini menyasar sejumlah pemain dari tim nasional Argentina dan Spanyol yang terlibat dalam perselisihan tersebut.

Dikutip dari Rizky Wahyudi dalam pemberitaan aslinya, pemain Argentina yakni Nahuel Molina dan Leandro Paredes kini menghadapi ancaman sanksi berat. Keduanya berpotensi dijatuhi hukuman larangan bertanding dalam tiga pertandingan internasional mendatang.

Tidak hanya pemain, staf pelatih timnas Argentina, Roberto Ayala, juga masuk dalam daftar pihak yang diselidiki oleh FIFA. Sanksi ini dijatuhkan atas keterlibatannya dalam insiden yang melibatkan pemain Spanyol, Dani Olmo, sesaat setelah pertandingan usai.

Di sisi lain, gelandang Spanyol Gavi dan pemain Argentina Thiago Almada kemungkinan hanya akan menerima hukuman yang lebih ringan. Keduanya diperkirakan akan mendapatkan sanksi minimal berupa larangan bertanding dalam satu laga akibat perilaku tidak sportif.

Terkait potensi absennya Molina dan Paredes, pakar hukum olahraga Marcelo Andres Bee Sellares memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa peluang kedua pemain tersebut untuk tampil di agenda September mendatang sangatlah kecil.

"Sangat kecil kemungkinan Molina dan Paredes dapat dipanggil pada September," ujar Marcelo Andres Bee Sellares.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa absennya kedua pemain tersebut berpotensi mengganggu kesiapan tim nasional Argentina. Hal ini menjadi tantangan bagi tim dalam menghadapi jendela pertandingan resmi FIFA yang akan datang.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mulai bergerak cepat untuk melakukan pembelaan terhadap Gavi. Mereka tengah menyiapkan berkas banding yang rencananya akan diserahkan sebelum tenggat waktu pada hari Selasa mendatang.

RFEF berharap dapat membatalkan potensi sanksi tersebut dengan menyertakan bukti rekaman pertandingan. Berdasarkan bukti tersebut, Gavi disebut bukan sebagai pihak agresor, melainkan korban dorongan dari Leandro Paredes.